Beberapa Kerugian Investasi Rumah Ini Patut Anda Waspadai

 


Meskipun bisnis ini begitu menjanjikan di masa yang akan datang, namun ternyata ada saja resiko yang akan Anda tanggung jika menggeluti bisnis investasi rumah. Ya, setiap usaha pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan, yang terpenting adalah Anda pandai dalam mengelola bisnisnya agar tidak mengalami kebangkrutan.

Nah, berikut ini akan disajikan informasi mengenai kerugian investasi rumah yang bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum memulai bisnis ini. 

Yuk langsung saja simak informasi selengkapnya.

1. Lama untuk menikmati hasilnya

Semua orang pasti sudah mengetahui bahwa bisnis properti ini memiliki resiko yang kecil, namun ada hal yang perlu diperhatikan bahwa bisnis ini merupakan bisnis jangka panjang sehingga Anda harus sabar untuk dapat menikmati hasilnya. Tentu saja bisnis properti berbeda dengan bisnis saham, emas, ataupun bisnis lainnya yang tidak memerlukan waktu lama untuk menikmati hasilnya.

Kira-kira Anda membutuhkan waktu 4 hingga 5 tahun untuk menjual properti tersebut agar Anda mendapatkan keuntungan yang banyak. Agar terhindar dari kerugian investasi rumah, biasanya para pengusaha akan lebih suka untuk menggunakan modal yang dimiliki guna mendirikan usaha dagang, baik itu menjual barang ataupun jasa.

Ya, bisnis tersebut memang tidak memerlukan waktu yang lama untuk menikmati hasilnya. Contoh usaha yang bisa Anda geluti adalah membuka toko kelontong, menjadi distributor produk tertentu, membuka bengkel, mendirikan pabrik, membuka bisnis rental, membuka salon kecantikan, dan lain sebagainya.

Jika Anda tertarik untuk memulai investasi rumah dengan minimal harga rumah 200 juta, Anda dapat menemukan informasi tersebut di halaman ini https://www.rumah.com/rumah-dijual/dibawah-200juta-rupiah 

2. Biaya perawatan fisik mahal

Terkadang banyak pengusaha yang mengeluh karena biaya yang digunakan untuk perawatan tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan. Terlebih lagi jika dalam proses pembangunan bahan yang digunakan tidak sesuai dengan standar, misalnya saja besi cornya kecil, semennya terlalu sedikit, rangka atapnya kurang kuat, dan lain-lain. Tentu ini kerugian investasi rumah yang sangat menyulitkan bagi para pengembang bisnis properti.

Setiap tahunnya kualitas dari suatu bangunan akan mengalami penurunan kualitas yang diakibatkan karena cuaca ataupun yang lainnya sehingga membutuhkan perawatan agar rumah tersebut masih layak untuk dihuni. Jadi, Anda memang harus menyediakan budget yang cukup untuk melakukan perawatan fisik.

3. Proses transaksinya lama

Dalam proses jual beli rumah memang tidak semudah alat tulis yang sekali transaksi saja sudah selesai. Proses jual beli rumah harus melalui tahap yang panjang mulai dari pemilihan lokasi, proses tawar menawar dengan pemilik, mengurus akta jual beli melalui notaris, sampai membalik nama sertifikat. Semua proses tersebut tentu membutuhkan waktu yang lama hingga berbulan-bulan baru selesai.

Belum lagi masih ada biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar ongkos notaris, memberi fee broker, membayar pajak, membayar biaya biro jasa yang mengurusi surat-surat, dan lain sebagainya. Tentu saja biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Inilah yang menjadikan kerugian investasi rumah. 

4. Tidak mudah untuk menjual kembali rumah tersebut

Rumah yang sudah ditempati dan akan dijual lagi memang tidak mudah. Pasalnya ada saja yang masih percaya dengan tahayul dan biasa mereka akan mengait-ngaitkannya dengan cerita mistis. Padahal, hal tersebut belum tentu benar.

Calon pembeli yang akan membeli rumah tersebut, pasti akan mencari informasi selengkap mungkin mengenai detail rumahnya melalui warga sekitar. 

Nah, jika ada salah satu warga yang mengatakan bahwa rumah tersebut menyeramkan, pasti calon pembeli akan kabur dan memilih untuk membeli rumah yang lainnya. Hal inilah yang menjadikan proses jual beli rumah di Indonesia begitu rumit. 

Setelah lama tidak kunjung terjual, akhirnya penjual akan memutuskan untuk menurunkan harga agar banyak yang tertarik. Nah, tentu saja hal ini akan merugikan bagi penjual rumah karena keuntungan yang didapatkan akan lebih sedikit. Dengan adanya kerugian investasi rumah ini, banyak pengusaha yang mengurungkan niatnya untuk berbisnis properti, khususnya rumah.

5. Resiko tersandung persoalan sengketa tanah

Resiko ini tentu sangat tidak diharapkan oleh penjual rumah. Masalah seperti sertifikat ganda, terdapat sengketa dengan ahli waris yang lama akan membuat Anda kesulitan untuk menjual kembali rumah tersebut dan juga menguras fisik, psikis, dan juga waktu yang lama untuk mengurusnya. Terlebih lagi jika kasus ini sudah sampai ke pengadilan, pastilah akan semakin panjang persoalannya dan resiko untuk kehilangan asset yang besar akan menghantui pikiran Anda. Jika sudah begini, apa yang harus Anda lakukan selanjutnya?

Penting sekali bagi Anda untuk menelaah kembali sertifikat dan juga surat-surat penting lainnya sebelum memutuskan untuk membeli rumah agar nantinya Anda tidak mengalami keribetan dan kerugian. Jika perlu panggil tenaga ahli untuk membantu Anda dalam mengecek keabsahan dari suatu dokumen.

Dengan menyimak beberapa kerugian investasi rumah tersebut, tentu dapat dijadikan sebagai pertimbangan Anda sebelum memutuskan untuk memulai bisnis properti. sebenarnya semua bisnis sama saja memiliki kelebihan dan kekurangan, tinggal pintar-pintar Anda dalam mengelola bisnisnya saja. Selamat menjalankan bisnis dan jangan takut gagal.