Spesialis Penyakit Dalam (Ginjal-Hipertensi): Cara Menjaga Ginjal dan Tekanan Darah Normal


 Cara Menjaga Ginjal dan Tekanan Darah Normal

 Ginjal merupakan salah satu organ penting tubuh manusia yang digunakan sebagai penyaring darah. Selain itu, terdapat istilah yang banyak dikenal sebagai tekanan darah. Tekanan darah merupakan ukuran kuatnya jantung dalam memompa darah menuju seluruh tubuh manusia. Tekanan darah normal untuk manusia 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Nilai 120 dan 90 menunjukkan tekanan jantung dalam memompa darah menuju seluruh tubuh dan 80 dan 60 menunjukkan nilai tekanan jantung saat beristirahat sebelum melakukan pemompaan darah kembali. Kedua masalah dari bagian vital manusia ini adalah penyakit dalam, penyakit dalam merupakan seluruh penyakit berbagai organ dalam tubuh. Konsultasi dapat dilakukan pada dokter spesialis penyakit dalam (ginjal-hipertensi) 

Ginjal seringkali mengalami penyakit yang berpengaruh terhadap seluruh bagian tubuh. Gangguan ginjal dapat dialami tubuh seperti kurangnya kinerja dalam mencuci darah sehingga dalam menyaring limbah yang terdapat dalam tubuh dan cairan berlebih pada urine. Ginjal umumnya memiliki fungsi dalam menyaring limbah yang terdapat dalam darah, mampu menjaga keseimbangan dalam tubuh seperti kadar garam, asam darah, mineral dan cairan, mampu menghasilkan hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, mampu menghasilkan renin sebagai pengatur tekanan darah dan mampu menghasilkan senyawa aktif untuk membantu kesehatan tulang yaitu vitamin D.

Spesialis penyakit dalam (ginjal-hipertensi) tentu akan memahami beberapa penyakit ginjal yang sering dialami oleh manusia. Infeksi ginjal merupakan penyakit yang dapat menyerang manusia pada kandung kemih karena adanya bakteri yang menuju salah satu atau bahkan kedua ginjal. Manusia juga dapat mengalami batu ginjal yang disebabkan oleh garam dan mineral yang tidak tersaring dan mengeras lalu tertimbun di ginjal yang membentuk kristal. Ginjal memiliki penyakit keturunan yaitu penyakit ginjal poliklistik yang menyebabkan munculnya kista pada ginjal yang membuat penurunan fungsi ginjal pada tubuh dan bisa muncul pada organ hati dan bagian lain dalam tubuh.

Untuk itu, perlu sekali menjaga kesehatan ginjal dengan:

  • Mengatur pola makan dengan memilih makanan buah dan sayur tanpa menggunakan pupuk kimia, menjauhi makanan olahan, mengurangi kandungan garam berlebih dalam makanan, dan perlu mengonsumsi ikan atau daging putih yang tidak memiliki lemak. Jika mengonsumsi asin dapat mengganggu keseimbangan mineral pada darah.
  • Memiliki aktifitas tubuh setidaknya 30 menit per hari untuk menjaga kesehatan ginjal secara maksimal.
  • Mengupayakan berat badan tubuh yang ideal yang berpengaruh pada kesehatan ginjal dan keadaan emosional, jika memiliki berat badan berlebih akan membuat kinerja ginjal menjadi lemah.
Setelah mengetahui cara menjaga ginjal maka perlu mengetahui cara menjaga tekanan darah dalam tubuh manusia:

  • Mengelola stress akan menghindari seseorang dari makan berlebih, minum alkohol, merokok maupun begadang yang menyebabkan kenaikan tekanan darah.
  • Berhenti dalam mengonsumsi rokok dan alkohol yang dapat memicu berbagai penyakit seperti darah tinggi, serangan jantung, stroke dan juga kanker.
  • Dapat mengonsumsi obat darah tinggi sesuai dengan resep dokter sehingga akan membantu tekanan darah tidak melonjak secara drastis.
Spesialis penyakit dalam (ginjal-hipertensi) menyarankan untuk menjaga tekanan darah karena jika tidak dapat menyebabkan hipertensi sebagai sumber penyakit stroke dan serangan jantung. Dapat juga menyebabkan hipotensi atau darah rendah yang disebabkan oleh dehidrasi, gangguan jantung, kehilangan banyak darah maupun mengalami anemia. Sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehatan ginjal dan jantung, dengan melakukan tes urine dan mengukur denyut jantung manusia.



Sabun Cuci Baju Bayi yang Tepat Digunakan pada Mesin Cuci


Ada kalanya, untuk urusan mencuci pakaian bayi, Ibu tidak memiliki waktu yang luang untuk melakukannya dengan tangan. Jadi, mencuci dengan mesin cuci merupakan solusi yang tepat. Namun, terkadang tidak semua sabun cuci cair pakaian bayi cocok diterapkan pada mesin cuci. Jika dipaksakan, takutnya hasil cuciannya tidak bagus seperti yang diharapkan.

Belum lagi, tidak semua deterjen pakaian yang umum dijual dipasaran cocok untuk kulit dan baju bayi, sehingga Ibu harus super selektif untuk memilih deterjen khusus baju bayi yang tepat. Tahukah Anda, kulit bayi terbilang masih sensitif sehingga memerlukan perawatan yang ekstra baik dari segi pemilihan baju dan sabun cuci cair pakaian bayi.

Namun, Ibu tidak perlu khawatir untuk urusan tersebut karena telah hadir Sleek Baby Laundry Deterjent dengan formula khusus dan pastinya aman bagi kulit bayi. Kandungannya terbuat dari bahan-bahan alami dengan label “Natural Plant Extract” pada kemasan depannya. Artinya, tidak hanya aman saja bagi kulit bayi, namun bagi kulit Ibu yang sengaja mencuci pakaian si kecil menggunakan tangan.


Tak cukup sampai disitu, racikan formula dari Sleek Baby Laundry Deterjent juga ampuh memberikan aroma wangi dan bebas apek. Bahkan, ketika cuaca tengah mendung sehingga membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengeringkannya. Jangan khawatir pula, jika ada bakteri maupun jamur yang menempel karena produk ini sudah teruji klinis antibakteri dan antijamur.
Cocok untuk Mencuci dengan Mesin Cuci

Terkadang, saking capeknya mengurus segala hal kebutuhan si bayi, Ibu harus memercayakan mesin cuci untuk membersihkan pakaian bayi. Nah, dengan produk Sleek Baby Laundry Deterjent ini, Ibu bisa menggunakannya pada mesin cuci. Warnanya yang bening dan wujudnya berupa cairan konsentrat akan melarut dengan sempurna di dalam air, baik ketika dicuci dengan tangan maupun mesin cuci. Caranya cukup mudah. Tinggal tuangkan setengah tutup botol Sleek Baby Laundry Deterjent pada 30 liter air dan cuci pakaian bayi seperti biasa. Jika kondisi pakaiannya sangat kotor, bisa tambahkan takaran deterjen yang dituangkan.

Nah, sekarang tidak bingung lagi bukan deterjen khusus baju bayi mana yang tepat?